GENERASI DIGITAL YANG KEHILANGAN BUDAYA
Oleh:
Halimah saddiah
halimahtusaddyah97@gmail.com
Mahasiswa Pendidikan Sejarah Institut Pendidikan Tapanuli Selatan
Absrak
Generasi muda harus memiliki kreatifitas untuk melanjutkan kepemimpinan suatu bangsa, namun, di era digital telah mengubah pandangan generasi muda terhadap budaya dan moral, zaman digital telah menggeser adat istiadat dalam budaya bangsa indonesia. Generasi muda seharusnya dapat menjawab permasalahan ini untuk mempertahankan adat istiadat bangsa sebagai budaya indonesia harusnya lebih tegas dalam mempertahankan,melestarikan budayanya agar tidak terjadi permasalahan budaya di ere digital. Makalah ini mencoba mengupas permasalahan tersebut. Semoga ada manfaatnya terutama dikalangan pemuda.
Kata Kunci: generasi muda, budaya, era digital
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Perkembangan dunia teknologi saat ini makin pesat yang serba Digital. pada dasarnya era digital ini telah membuat manusia memasuki gaya hidup baru yang tidak bisa dilepaskan dari teknologi yang menjadi alat yang membantu kebutuhan manusia. Era digital telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang sangat canggih, khususnya dikalangan pemuda. Dimana, masa depan sebuah bangsa sangat dipengaruhi oleh generasi muda dan peran pemuda dalam era digital sangat diperlukan untuk menghadapi masalah – masalah yang datang dari luar maupun dalam bangsa itu sendiri. Seperti peran pemuda pada tahun 1928 mampu menelopori persatuan nasional melalui sumpah pemuda, pada tahun 1945 pemuda mampu membantu memperjuangkan kemerdekaan negara indonesia, pada tahun 1966 pemuda berhasil mengakhiri orde lama, 1998 pemuda mampu berhasil mengakhiri orde baru. “beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia (ir. Soekarno ). Mengutip kata-kata dari sang plokmator bangsa ini sudah jelas majunya dan berkembangnya suatu negara ada ditangan pemuda yang akan menjadi pemimpin bangsa nantinya.
Seperti pemuda masa dahulu ( napposo nauli bulung ) tidak banyak yang bersekolah.apalagi didesa – desa pendidikan rendah pun banyak yang tidak selesai. Hanya ada sebagian kecil anak – anak dari orangtua yanng terpandang dan mampu meyekolahkannya anaknya ke kota – kota besar dan sebagian melanjutkan sampai ke Eropa atau keluar negeri. Semua anak- anak yang bersekolah adalah anak-anak yang luar biasa kecerdasan otaknya sangat tinggi dan mampu berpikir intelektual. Yang mampu mengikuti dan menganalisa perkembangan zaman. Daya pandangnya sangat luas, mampu menjadi pemimpin dan penggerak kemajuan. Orang – orang inilah pemula ingin INDONESIA MERDEKA membuka semangat dan memberi semangat itulah peran genarasi muda kita dalam menggapai kemerdekaan ( H. CH.sutan tinggibarani perkasa alam,2018 : 30 ) Lantas bagaimana dengan hari ini??? Era digital ini telah banyak memberikan pengaruh buruk terhadap bangsa kita. apalagi dalam budaya kita sendiri banyak yang sudah mulai hilang. Disini saya akan membahas apa yang salah dalam perkembangan teknologi di era digital hari ini? apa solusi agar tercapainya pemuda yang sadar sejarah dan budaya di era digita?.
METODE PENELITIAN
informasi yang diperoleh berdasarkan kesaksian.dan penulisan ini disusun menggunakan pendekatan studi literatur dan studi data dari jaringan elektronik yang dijadikan sumber informasi utama dari penelitian ini, selain itu,penulis juga mengembangkan data-data dan informasi yang ada dari sumber tersebut dengan menambahkan informasi lanjjut yang berdasarkan pada pengamatan, hipotesa dan pengembangan ide dari materi yang sudah ada,
HASIL DAN PEMBAHASAN
Generasi muda merupakan tombak sebuah bangsa yang akan melanjutkan kepemimpinan sebuah negara, maka dari itu seharusnya seorang pemuda memiliki semangat yang tinggi dan melakukan hal-hal yang produktif dengan kreatifitas serta banyak penemuan baru yang mampu dihasilkan dengan karya-karya yang luar biasa. generasi muda sangat penting didalam bangsa ini salah satu contoh generai muda yanng berprestasi yaitu presiden ke 3 NKRI yaitu Bj. Habibie yang memiliki kejeniusan dibidang penerbangan beliau merupakan pemuda yang hebat bahkan dunia mengakui itu, beliau adalah salah satu contoh pemimpin yang berhasil mempergunakan teknologi dengan penemuan-penemuan yang luar biasa. namun bagaimana dengan hari ini?
Banyaknya masalah-masalah yang timbul hari ini tidak terlepas dari perkembangan jaman yang telah mengancam kesejahteraan rakyat indonesia itu sendiri, kenyataan yang terjadi diera digital fakta membuktikan bahwa generasi muda di indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan perilakunya sebagai generasi penerus bangsa. Banyak kesenjangan sosial yang terjadi di kalangan pemuda. diera digital seperti narkoba, akibatnya tidak sedikit pemuda yang kecanduan barang haram tersebut sehingga masa yang seharusnya ia berkarya dengan menempuh pendidikan yang menghasilkan ide-ide cemerlang tetapi pemuda tersebut telah kehilangan masa depannya yang cemerlang, karena telah kehilangan akal/gila, yang menimbulkan kejahatan, kriminal, tawuran hingga terjadi pembunuhan yang mengakibatkan kematian. Pergaulan bebas yang terjadi dikalangan pemuda hari ini pornografi, seks bebas yang telah membunuh moral pemuda saat ini. Budaya yang mulai tergeser dan sudah tidak di anggap penting karena sudah ketinggalan zaman/kuno. Ini lah adalah salah satu pengaruh budaya barat yang menjajah indonesia dengan halus, bisa kita lihat berapa banyak orang cina berada di negara kita. Saham-saham yang besar itu dimiliki orang cina yang menumpang dinegara kita. Sementara orang asli indonesia itu sendiri hanya sebagai pekerja atau buruh. Budaya barat yang telah menjadi budaya idola yang membawa pengaruh buruk terhadap negara ini, Indonesia yang dulunya dikenal dengan budaya gotong royong dan budaya ramah tamah tapi, diera digital ini sudah mulai hilang rasa persaudaraan antara berbangsa dan bernegara, bahkan antara tetangga tidak ada lagi tegur menegur, sapa menyapa, budaya lokal yang tidak lagi dianggap penting karena dianggap kuno dan budaya barat telah menjadi idola karena dianggap lebih trendi baik dari pakaian, gaya rambut dan lainya yang telah menjadi ancaman jika generasi muda tidak sadar akan hal itu. Kenyataan yang terjadi hari ini banyaknya masalah di dalam bangsa, zaman digital yang terus berkembang telah menggeser adat istiadat yang ada pada budaya bangsa indonesia itu sendiri. Salah satunya budaya kita hari ini yang sudah mulai kehilangan identitasnya.dimana dalam budaya kita ada istilah “ PODA NA LIMA” merupakan pendidikan dan pengajaran yang telah diajarkan kepada seorang anak yang akan menjadai genarasi penerus bangsa berisikan”;
1. paias rohamu ( bersihkan hatimu )
2. paias pamatangmu ( bersihkan ragamu/badanmu )
3. paias parabitonmu ( bersihkan pakaian mu )
4. paias bagasmu ( bersihkan rumahmu )
5. paias pakarangan mu ( bersihkan pekaranganmu )
Dari sini kita bisa mengambil bukti bahwa sanya dalam budaya terdapat nilai-nilai yang baik dan merupakan suatu keharusan yang wajib dipertahankan sebagai generasi yang akan melanjutkan pemerintahan. Pada zaman dahulu pemuda atau naposo nauli bulung berperan aktip didalam desa terdapat budaya gotong royong dikalangan pemuda saat ada acara pernikahan dan sebagainya. Namun sekarang banyaknya budaya-budaya yang mulai tergeser oleh bangsa barat seperti budaya pesta pernikahan ada yang namanya menjama tamu (mangoloi) pemuda-pemuda dituntut untuk melayani tamu dan memberikan makan dengan aturan yang telah disusun dalam adat memiliki nilia yang baik, dan sekarang telah diganti dengan mengikuti dunia barat yang sering dibilang makan prancis, dahulu masyarakat atau pemuda di wajibkan berpakaian sopan seperti memakai sarung agar terlihat sama dan tidak ada perbedaan tetapi nyatanya yang terjadi hari ini adalah masyarakat berbondong – bondong mimilih pakaian yang mewah dan bagus yang mengikuti budaya luar.
Perkembangan di era digital banyak memberikan pengaruh buruk tidak hanya mengancam eksitensi budaya tetapi moral anak bangsa yang sudah sangat menipis akibat teknologi kebutuhan utama seorang pemuda di era digital ini adalah smart phone atau akses internet segala sesuatu bergerak dengan cepat yang memberikan dampak positip dan dampak negatip bagi penggunanya khususnya generasi muda, bagaimana jika seorang anak dibawah umur mengakses internet tanpa pengawasan orang tua. Seorang anak tersebut mengakses vidio atau gambar yang tidak layak dilihat yang bisa membunuh moral anak bangsa. Internet jugak dapat menimbulkan kecanduan khusus bagi penggunanya. Lantas apa yang salah dengan keadaan bangsa pada saat ini dan apa sebenarnya yang terjadi dikalangan pemuda sebagai generasi penerus bangsa? siapa yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan saat ini, untuk tetap mempertahankan adat istiadat yang telah diwariskan nenek moyang kita sebagai suatu identitas dari suatu budaya . disini tentu peran tokoh adat, pemerintah,guru,masyarakat, orang tua, sangat diharapkan. Berdasarkan hasil penelitian dan kajian empiris menunjukkan bahwa solusi dalam masalah-masalah yang terjadi hari agar terciptanya generasi sadar sejarah dan budaya, kalangan yang berperan sebagai berikut:
1. tokoh adat
Pada dasarnya kedudukan tokoh adat sangat berperan penting bagi penanggulangan masalah-masalah yang terjadi di era digital hari ini dahulu tokoh adat ini sangat berpengaruh terhadap bangsa,dan dihormati oleh masyarakat,pemerintah. Seharusnya Bagas Godang dan sopo godang dikembalikan kepada pungsinya, seperti dahulu pungsi bagas godong ini merupakan sebagai balai pertemuan atau pusat perkumpulan adat antara mora, kahanggi dan anak boru, sebagai tempat musyarawarah adat dan perkumpulan bagi unsur Dalihan Na Tolu seperti upacara siriaon (upacara suka duka), upacara silulutan (upacara duka cita), pengadilan dan keputusan hukum, perencanaan pembangunan desa pembinaan karakter Naposo Nauli Bulung dan lainnya. Sebagai balai pertemuan dan tempat perkumpulan adat itu artinya Bagas Godang dan Sopo Godang erat kaitannya dengan fungsi sosial dan budaya sebagai penguatan identitas masyarakat.
Seperti yang dilakukan oleh bapak H. CH.Sutan tinggibarani perkasa alam selaku tokoh adat yang memiliki pengaruh besar terhadap budaya yang senantiasa menulis nilai-nilai budaya agar tetap terjaga dan berusaha mengajak pemuda untuk mencintai budaya. Salah satu karya beliau dalam bukunya yang berjudul naposo nauli bulung dalam tatanan adat dan bermasyarakat. dan diusia beliau yang tidak muda lagi tetapi semangat nya yang begitu besar patut diajungi jempol dan berhak mendapat apresiasi dari pemerintah. Lantas bagaimna peran tokoh adat lainnya menanggapi generasi digital hari ini yang tidak peduli dengan budaya nya sendiri. Bahkan berapa banyak orang yang mengaku orang batak tetapi tidak mampu menggunakan bahasa batak dan malu menggunakan bahasanya.era digital jika tidak disikapi dengan baik dan generasi tidak dibekali dengan pendidikan atau ilmu kemungkinan besar bangsa akan mengalami keruntuhan. Bisa kita lihat dan dibuktikan dengan keadaan indonesia sekarang teknologi merupakan suatu penjajahan yang dilakukan dalam negeri ini, yang membuat budaya generasi digital malas serta lebih suk yang instan. Tidak hanya dengan teknologi, budaya barat jugak melahirkan musik yang akan membunuh moral generasi hari ini. Mereka membuat musik dj,dance dan lain sebagainya yang telah menggeser musik budaya kita yang mengandung nilai mengajak kebaikan,
Bisa kita saksikan bagaimana yang terjadi hari ini didalam negeri, bahwa negara kita sangat menghawatirkan. Disini seharusnya kepada para tokoh adat agar memikirkan bagaimana generasi ini sadar akan sejarah peduli terhadap budaya.Untuk itu diperlukan pemahaman individu terhadap realitas budaya yang dihadapi saat ini.tokoh adat seharusnya lebih memberikan pelajaran dan mengembalikan Fungsi sosial-kulturan Bagas Godang dan Sopo Godang sebagai penguatan tali kekerabatan dan pernikahan di bawah payung Dalihan Na Tolu dari generasi ke generasi. Jadi agar fungsi sosial-kulturan Bagas Godang dan Sopo Godang tetap hidup di era globalisasi sekarang, maka segala aktivitas masyarakat yang berbau adat dan budaya digalakkan kembali di Bagas Godang dan Sopo Godang sebagai pusat kegaiatan sosial dan budaya masyarakat Mandailing yang mengandung nilai-nilai budaya antaranya: 1) religi atau kepercayaan, 2) kekerabatan, 3) Falsafah hidup, 4) kepemimpinan dan sosial yang terdapat pada struktur bangunan rumah tradisional.
Peran pemerintah
Literasi media selalu menjadi unsur penyedap rasa dari program – program pemerintah di bidang media dan teknologi informasi.jika pengaturan tentang operasionalisasi dan pelaku media dan teknologi informasi. Peraturan tentang operasionalisasi dan pelaku media umumnya hanya muncul dalam kebijakan resmi ,literasi media umumnya hanya muncul dalam program – program yang bersipat kontemporer. Pada hal ketergantungan masyarakat terhadap berbagai jenis media saat ini begitu besar, seharusnya pemerintah bekerja sama dengan media yaitu membuat suatu siaran televisi yang ditanamkan sejak dini, kesadaran generasi digital ( muda ) bahwa teknologi memang mempermudah hidup manusia, tapi bisa juga merusak jika manusia tidak mampu membatasi dirinya. Seharusnya media ini diperlakukan sebagai publik, bukan semata- semata karena konsumen produk teknologi komunikasi.
Karena stasiun televisi mendapatkan ijin dari negara atau pemerintah, tentunya pemerintah berkewajiban menyiapkan masyarakat agar mampu menghindari dampak positip atau negatip dari media televisi. Tapi yang terjadi hari ini pemerintah hanya mau menjadi peniup peluit jika ada pelanggaran dan memperketat kontrol jika muncul tekanan opini publik.pemerintah kurang tegas dalam menyikapi perkembangan teknologi hari ini. Jika saja pemerintah membuat suatu perancangan pembelajaran disekolah seorang siswa mendapatkan pembelajaran sejarah, efek sosial, dan dampak psikologis dari teknologi dan bukan sebaliknya, yaitu generasi yang diperbudak teknologi. Tetapi kenyataannya disekolah lebih mengutamakan pelejaran bahasa ingris,matematika dan lain sebagainya sementara mata pelajaran sejarah kurang diperhatikan sehingga seorang siswa atau generasi muda tidak mengetahui sejarah nya.
Peran guru
Guru sangat dituntut untuk berperan aktif dan memilki tanggung jawab yang besar mendidik genrasi penerus bangsa. Seorang guru harus mampu memberikan pengajaran dan pendekatan kepada muridnya dengan cara mengajak generasi digital ini harus mencintai budaya dan mampu mengunakan kemajuan teknologi dengan hal-hal yang positip.seorang guru harus mampu memikirkan ide-ide yang cerdas bukan untuk memberikan mata pelajaran tetapi seorang guru juga mendidik misalnya seorang guru maju untuk memancing rasa ingin tahu. Kemudian seorang guru harus beraalih kesamping sebagai teman yang mengalami. Dan akhirnya seorang guru mundur untuk memberikan apresiasi untuk murid nya agar memancing semangat dari seorang siswa tersebut.
Menurut prof. Dr. H. Arief Rachman, M.pd., generasi digital merupakan generasi yang mahir akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputer, bahkan, informasi yang diakses para generasi digital tidak terbatas pada informasi yang berkaitan dengan pendidikan saja, melainkan informas yang berkaitan dengan kepentingan pribadi mereka.akibatnya genarasi ini bersipat malas karena mereka menginginkan yang serba instan, dan generasi ini cendrung kurang dalam berkomunikasi secara verbal, dan kemungkinan besar generasi ini tidak menghargai proses.,Tentunya hal ini perlu diperhatikan khusunya seorang guru. Peran guru disini harus mampu memahami berbagai perkembangan teknologi dan mampu mengaplikasikannya kepada generasi digital hari ini. Sehingga genarasi mampu mengikuti perkembangan jaman dengan hal-hal yang positip dan tetap peduli akan budaya dan bangsa.
Peran orang tua
Dalam perkembangan seorang anak tentu orang tua lah yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik seorang anak apalagi di era digital hari ini. Orang tua harus lebih waspada dalam mengikuti perkembangan jaman, lebih menekan kan pendidikan moral terhadap anak dengan cara membekali ilmu-ilmu agama terhadap seorang anak. Dan orang tua juga harus sadar bahwa anak perlu untuk diajarkan tentang budaya. Dan sebagai orang tua harus memahami dampak positip dan negatip dari teknologi yang begitu canggih hari ini. Sebagai oranng tua juga harus tau bila seorang anak kecanduan gadget, berkeliaran membuka situs-situs dewasa atau bermain game yang berisi kekerasan dan pornograpi serta hal-hal negatip lainnya yang bisa saja merubah perilaku seorang anak.
Oleh karena itu perlu pengawasan orang tua terhadap aktipitas seorang anak yang berinternet. Jangan sampai seorang anak kecanduan game online, menyimpan vidio dewasa yang tidak layak mereka komsumsi atau memberikan dampak buruk dari penyalahgunaan media digital lainnya. Sebagai orang tua di era digital jangan asal memberikan gadget untuk anak tanpa memberikan edukasi yang cukup mengenai manpaat dan dampak buruknya. Nyatanya yang terjadi hari ini, orang tua banyak memberikan gadget sebagai pengasuh / permainan bagi seorang anak. Lantas sebagai orang tua, jadilah seoranng yang bijak selamatkan anak dari teknologi yang terus berkembang selalu awasi perkembangannya dan bekali seoang anak dengan ilmu yang ia dapatkan dirumah jangan menyerahakan semua kepada sekolah atau guru tapi ikut lah berperan aktip agar generasi digital bisa menjadi seorang anak yang mampu berkarya dengan teknologi yang canggih dengan mempergunakannya dengan hal – hal yang positif.
Peran masyarakat
Di era digital yang terus berkembang dan semakin maju, berpengaruh jugak dalam kehidupan bermasyarakat. dimana tingkat kepedulian dan rasa persaudaraan itu sudah mulai hilang dikalangan masyarakat itu sendiri. Contohnya saja budaya marpege-marpege yang menjadi prokontra dikalangan masyarakat hari ini banyak yang tidak setuju lagi dengan adat marpege-marpe karena diaggap tidak adil karena ketika seseorang menyumbang dengan uang yang lebih sedikit, sementara ia memberikan banyak kepada kerabatnya maka dia menggap itu tidak adil. pada hal zaman dulu marpege-marpege ini dilakukan untuk membantu dan tidak mengharap imbalan. Dikalangan masyarakat jugak dahulunya saling peduli dan tolong menolong budaya marsalapari,dan dikalangan pemuda budaya manduda itak, dan lain sebagainya. Maka dari itu masyrakat di harap sadar akan saling menghargai dan mengingatkan bahwa kita satu nusa satu bangsa yang bersaudara dan ketika melihat kenakalan genarasi remaja hendaknya menegur dan berbuat sesuatu dan meningkatkan rasa peduli, dan rasa cinta akan indonesia dan sama-sama memecahkan masalah / bekerja sama antar individu dengan individu lain.
Sebegai generasi yang sadar akan sejarah dan budaya di era digital ingatlah bagaimana negara ini di jajah oleh bangsa luar agar tidak terpengaruh oleh budaya luar dengan sistem-sitem yang sengaja dibuat untuk membunuh moral anak bangsa dan sipat malas. Ingatlah bagaima sejarah negara-negara yang pernah menjajah indonesia dengan sangat licik seperti
Portugis
Bangasa portugal dahulu namanya bangsa portugis pd thn 1512 seorang pelaut portugis bernama francisco serrao berhasil berlayar kepulauan maluku dan raja ternate menyambut baik kedatanngan bangsa portugis di maluku. Bahkan portugis diijin kan untuk mendirikan benteng diternate, namun pada akhirnya hubungan dagang antara ternate dan portugis diputuskan karena portugis mulai melakukan praktek monopoli tak sehat terhadap perdagangan rempah-rempah di malaku, dan bangsa potugis didesak kembali dan hubungan dagang diputuskan sejak itu.
Spanyol
Pada awalnya spanyol melakukan kualisi dengan kerajan tidore untuk melawan kerajaan ternate yang bersekutu dengan portugis, namun pada akhirnya untuk mencegah kerugian yang lebih besar pada pihak spanyol, portugis di deklarasikan perjanjian saragosa pada tanggal 1538, kemudian pada tahun 1960 spanyol mendirikan pos-pos pertahanan di manado.namun pd awal 1692 spnyol berhasil di usir dari sulawesi utara
Belanda
Kolonialisasi belanda diindonesia diperkirakan paling lama menjajah indonesia, namun kolonialisasinya tidak mencangkup seluruh wilayah diindonesia. Melainkan hanya wiayah yang ada di sumatera seperti jawa, sulawesi, papua. Contohnya saja kerajaan aceh yang senantiasa melakukan perlawanan terhadap pengaruh VOC. Pada perkembangan selanjutnya voc sudah mulai ikut dalam kerajaan-kerajaan dinusantara. Tidak sampai disitu saja kebijakan-kebijakan voc dinilai menindas rakyat pribumi sehingga rakyat di beberapa daerah melakukan perlawanan kepada voc. Pada abad ke 18 voc mengalami kemunduran yang diakibatkan oleh perlawanan rakyat dan korupsi yang meraja lela dikalangan pegawai voc. Akhirnya pada tanggal 31 desember 1799 voc secara resmi dibubarkan oleh pemeritah belanda dan sejak itu indnesia berada di bawah kekuasaan pemerintah belanda secara ;angsung yang diwakili beberapa jendral seperti daendles dan jensens
Prancis
Jendral JENDENS yang berada di belanda dia memang orang belanda namun bekerja untuk prancis dibawah kekuasaan raja napoleon. Dan awal mula dia dikirim ke indonesia untuk melindungi negara jajahan belanda yang saat itu berubag menjadi republik bataaf dari serangan ingris, bukti lain bahwa indonesia pernah dijajh prancis beredarnya mata uang yang berinisial L.N yang berasal dari penguasa prancis lois napoleon.
Jepang
sejak tahun 1868 jepang melakukan modernisasi besar-besaran yaitu restorasi meiji sejak itu jepang menjadi negara industri yang sangat modren . pd thn 1941 jepang menyerang pord hober saat itu jepang dan amerika seriakat terlibat perang dunia ke ll untuk membiyayai mesin-mesin perang indutri agar tetap berjalan jepang pun melakukan invasi kebeberapa daerah yang kaya bahan mentah termasuk indonesia, pd thn 1942 belanda menyerah tanpa syarat kepada jepang dalam sebuah perjanjian diaklia jati sejak saat itu berakhirlah masa penjajahan diindonesia dan digantiakan oleh jepang.
Ingris
Pemerintahan ingris langsung mengangkat thomas stamford raffles sebagai gubernur jendral diindonesia 17 september 1811 pemerintah raffles diindonesia membawa banyak sekali perubahan diantaranya adalah penghapusan sistem monopoli, menghapus perbudakan, membagi pulau jawa 16 karasidenan menulis buku the history of java dan beberapa perubahan lain pada thn 1814 dilakukan konferensi london yang isinya pemerintah belanda berkuasa kembali atas wilayah jajahan ingris dindonesia lalu pd thn 1816 pemerintahan ingris diindinesia secara resmi berakhir dan sejak saat itu belanda kembali berkuasa diindonesia sejak tahun 14
Darisini kita bisa mengaitkannya dengan keadaan di era digital hari ini bagaimana perjalalaan panjang nenek moyang kita pahlawan –pahlawan kita menghadapi penjajahan yang silih berganti. dengan semangat juang yang tinggi dan proses yang panjang tanpa menyerah agar mencapai kemerdekaan. Mengorbankan hidup dengan darah mereka dengan semangat juang yang tinggi. Lihat lah bagaiman susahnya mereka yang telah memperjuagkan negeri kita, sadarlah sebagai generasi penerus bangsa bahwa saat ini kita sedang dalam penjajahan yang dilakukan secara halus. Lihat lah berapa banyak generasi muda yang terpengaruh oleh meraka sikulit putih yang sedang memainkan politik mereka dalam mengahancurakan anak bangsa. Narkoba, ekstasi, ganja, dan masih banyak lagi yang sengaja dibuat untuk menghancurkan mental anak bangsa dan yang paling umum dikalangan kita yaitu teknologi yang membuat kecanduan dikalangan semua orang termasuk pemuda kita. Berapa lama pemuda kita menggunakan smart phone dalam sehari – sehari dan untuk apa tujuan smart phone yang ia gunakan dalam sehari- sehari bermain fb,wa,atau game. Yang membuat mereka malas dan kecanduan. ingatlah bagaimana pemuda dahulu ikut dan berperan aktip dalam pergerakan memperjuangkan bangsa diantara nya
1. yong – yava ( jawa muda ) tahun 1916
2. sekar rukun ( pemuda sunda )
3. yong minahasa
4. yong ambon
Maka dari itu sebagai genarsi yang sadar sejarah dan budaya di era digital.pergunakanlah teknologi yang serba canggih ini dengan hal – hal yang positip dan berkarya. Mari kita jaga indonesia tanah air kita yang telah di perjuangkan oleh pahlawan – pahlawan yang telah gugur.dan berpegangan teguh dengan pancasila sebagai landasan dasar negara kita. Yang memiliki kekayaan yang melimpah. Sebagai mahasiswa dan generasi digital diantara berjuta-juta jiwa pemuda kita yang telah mengalami krisis moral yang telah di pengaruhi bangsa luar, katakanlah bahwa kita salah satu generasi yang cinta akan tanah air dan negeri, yang peduli dan sadar sejarah serta cinta budaya, mari bertindak, tunjukan Generasi digital yang memiliki kecerdasan,moral,keterampilan serta mampu berpikir secara intelektual.
KESIMPULAN
Perkembangan teknologi yang semakin canggih harus disikapai dengan serius. Apabila seorang tidak mampu mempergunakannya dengan hal-hal yang positip akan berakibat patal bagi tubuh manusia khususnya bangsa ini apalagi dikalangan pemuda. Maka dari itu pemerintah harus tegas menyikapi permasalahan yang terjadi. seperti yang kita tahu bahwa generasi muda merupakan harapan bangsa dan seorang pemuda dituntut untuk memiliki keberanian, keterampilan dan moral yang baik serta memiliki ide-ide yang cemerlang dan rasa tanggung jawab terhadap keamanan berbangsa dan bernegara diantaranya mempertahankan identitas bangsa yaitu budaya yang memiliki nilai-nilai yang baik didalamnya merupakan suatu keunikan tersendiri didalam masing-masing budaya yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. maka dari itu sebagai mahasisiwa yang sadar akan sejarah dan budaya di era digital hari ini berkarya lah dan lanjutkan perjuangan pahlawan – pahlawan yang telah memperjuangkan negara ini hingga tercapai kemerdekaan, dan jagalah budaya dari pengaruh barat, karena budaya ini merupakan identitas dari suku itu sediri. yang telah diwariskan oleh nenek moyangnya. Seperti yang kita tahu negara indonesia merupakan salah satu yag memiliki beragam suku dan menghasilkan beragam budaya baik itu bahasa, seni, pakaian, tingkah laku, dan lain sebagainya. Salah satu contohnya yaitu poda na lima yang merupakan falsafah masyarakat angkola khusunya masyarakat batak umumnya. Maka dari itu di era digital sebagai generasi sadar sejarah dan budaya tanamkanlah rasa cinta akan negara indonesia dan tingkatkan rasa peduli akan bangsa yang sangat memprihatinkan generasi nya sebagai seorang pemimpin bangsa maka dari itu peran orang tua, guru, pemerintah, masyarkat, sangat dibutuhkan.
Daftar Pustaka
Alam Perkasa Tingggibarani Sutan. 2018. Naposo Bulung dalam Tatanan Adat dan
Bermasyarakat Menelusuri Perkembangan Zaman. Medan : CV.Mitra Medan.
Elisa Sutan harahap. 1958. Bangsa batak. Jakarta : DEP.P.P dan K. Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar